Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
dan handaitaulanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai…
Mungkin sepenggal lagu tersebut mengingatkan kita akan keadaan sebuah desa yang masih asri, tempat kelahiran yang kita banggakan, tempat menetap ayah dan ibu kita, tempat kita merasakan keriangan semasa kecil…
Desa kelahiranku adalah Desa Doudo, terletak di wilayah Kecamatan Panceng, Gresik Utara. Desaku ini khas sekali dengan tanaman jambu monyet dan telaganya – Telaga Doudo – yang… katanya angker sih… Keunikan lainnya adalah walaupun tanah pertaniannya mencapai hampir 2/3 luasnya, desaku tidak mempunyai tanah sawah sama sekali, yang ada hanyalah tegalan dan ladang. Juga tentang kelangkaan airnya, di mana hanya ada satu mata air yang dinamakan Laga Geneng – tapi airnya hanya merembes (nggeneng dalam bahasa Jawa) - serta kalau membuat sumur harus mengebor bermeter-meter jauhnya (Mungkin dari sinilah dinamakan Doudo, dari “doh” – jauh- dan “uda” – air – )
4 komentar:
hem,,kangen ma kampung halaman nech..........
wedeh...
ga nyangka y anak
EKONOMI
bisa puitis jg??
tp bgz...
emang elu punya kapung.........
yeee,,,,,
kay ny ada yg iri ntu, jang" situ yg g puny kampung
hahana
Posting Komentar