Welcome to my blog, enjoy reading.

Kamis, 07 Januari 2010

Desa yg ku cinta

Desaku yang kucinta

Pujaan hatiku

Tempat ayah dan bunda

dan handaitaulanku

Tak mudah kulupakan

Tak mudah bercerai

Selalu kurindukan

Desaku yang permai…

Mungkin sepenggal lagu tersebut mengingatkan kita akan keadaan sebuah desa yang masih asri, tempat kelahiran yang kita banggakan, tempat menetap ayah dan ibu kita, tempat kita merasakan keriangan semasa kecil…

Desa kelahiranku adalah Desa Doudo, terletak di wilayah Kecamatan Panceng, Gresik Utara. Desaku ini khas sekali dengan tanaman jambu monyet dan telaganya – Telaga Doudo – yang… katanya angker sih… Keunikan lainnya adalah walaupun tanah pertaniannya mencapai hampir 2/3 luasnya, desaku tidak mempunyai tanah sawah sama sekali, yang ada hanyalah tegalan dan ladang. Juga tentang kelangkaan airnya, di mana hanya ada satu mata air yang dinamakan Laga Geneng – tapi airnya hanya merembes (nggeneng dalam bahasa Jawa) - serta kalau membuat sumur harus mengebor bermeter-meter jauhnya :( (Mungkin dari sinilah dinamakan Doudo, dari “doh” – jauh- dan “uda” – air – )

Desaku ini punya bahasa yang khas, bahasa yang merupakan percampuran dari bahasa Jawa logat Gresikan, bahasa Jawa logat Tubanan, bahasa Jawa logat Kidulan (?) , bahasa Madura, sedikit bahasa Bugis Makasar (?) , dan sedikit Arab (?) –- yang akhirnya kunamakan sendiri “Bahasa Jawa logat Doudoan” walaupun sebenarnya maksa banget :lol: .

4 komentar:

shYLvAniA mengatakan...

hem,,kangen ma kampung halaman nech..........

sopyan mengatakan...

wedeh...
ga nyangka y anak
EKONOMI
bisa puitis jg??
tp bgz...

imoet_oi mengatakan...

emang elu punya kapung.........

rachmat riaunaldi mengatakan...

yeee,,,,,
kay ny ada yg iri ntu, jang" situ yg g puny kampung
hahana

Posting Komentar